pertemanan

hidup ini sepi tanpa teman dan orang-orang terdekat kita

Kamis, 16 Juni 2011

makalah akhlak tasawuf

PERKEMBANGAN AKHLAK DI ERA GLOBALISASI MENURUT PANDANGAN ISLAM

MAKALAH
Diajukan guna memenuhi tugas
Dalam mata kuliah Akhlak Tasawuf
Disusun Oleh:
sururudin
NIM: 10390037/KUI-A
Dosen:
LEBBA, S.A ., M.SI.

KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALI JAGA
YOGYAKARTA
2010

KATA PENGANTAR
                                                   
                                              
              
             Segala puji bag Allah Ta’ala, yang maha megatur alam nyata (alam yang dapat ditangkap oleh panca indra) dan yang menagtur alam ghoib. Tuhan yang tunggal dengan keagungan dan kekuasaan. Tuhan yang meninggikan langit dengan tanpa tiang. Tuhan yang mentakdirkan  pada langit-langit itu rezeki hamba , yang memalingkan mata orang-orang yang memiliki hati dan akal yang dapat melihat hakikat semua dengan sinar cahaya keghaiban dan memperhatikan perantara-perantara dan beberapa sebab yang jelas dan yang tersembunyi  kepada Tuhan yang  menyebabkan semua sebab itu. Allah yang meninggikan cita-cita hamba manusia dari menoleh kepada selain Allah  Ta’ala. Tuhan yang menjadi tempat  bersandar segala sesuatu ,serta dengan rahmat-Nya pula saya dapat menyelesaikan makalah ini,  yang guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Akhlak Tasawuf. Tidak lupa saya ucapkan beribu-ribu terimakasih kepada dosen pengampuh mata kuliah Akhlak Taswuf Bapak Lebba, S.A ., M.SI. yang telah memberikan bimbingan serta arahan kepada saya dalam menyelesaikan makalah ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Harapan saya, dengan makalah ini semoga bagi siapa saja yang membacanya akan mendapat kan kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup yang tentunya dihiasi dengan akhlak-akhlak yang mulia seperti akhlak Rasulullah s.a.w, dimana  tiada seorang pun yang dapat menemukan kebaikan dan kebahagiaan tersebut  kecuali dengan meniru akhlak Rasulullah s.a.w Karena hal  itulah yang lebih pantas untuk ditiru oleh orang yang ber iman. Dan pada akhirnya, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberikan ridha-Nya kepada kita semua.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………………………………………..2
BAB 1
PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………………………………………………….2
BAB 2
PEMBAHASAN: …………………………………………………………………………………………………………………………………….. 3
                                                             a.      Akhlak dari waktu ke waktu …………………………………………………………………………… 3
                                                            b.      Akhlak menurut pandangan islam …………………………………………………………………. 4
                                                             c.      Pergerakan Akhlak Di era globalisasi ……………………………………………………………… 5
BAB 3
PENUTUP/KESIMPULAN ………………………………………………………………………………………………………………………. 9
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………………………………………………………. 10                                                         





1.PENDAHULUAN
                Akhlak, dilhat dari segi bahasa atau secara etimologi, berarti sebuah perkataan akhlak (bahasa arab) adalah bentuk jamak dari kata khuluk , yang dalam kamus Al-Munjid berarti budi pekerti, perangai tingkah laku atau tabiat yang dimiliki seseorang dan dalam Encyclopedia Brittanica, akhlak disebut sebagai ilmu akhlak yang mempunyai arti sebagai studi yang sistematis tentang tabiat dan penfertian nilai baik, buruk, seharusnya benar, salah dan sebagainya tentang prinsip umum dapat diterapkan terhadap Sesutu, selanjutnya dapat disebut juga sebagai filsafat moral. Menurut tiga pakar akhlak yaitu Ibnu Miskawaih, Al-Gazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan suatu perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu, dimana seseoarng dapat dikatakan berakhlak jika timbul dengan sendirinya yang didoring oleh motivasi dari dalam diri dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran apalagi pertimbangan yang sering diulang-ulang, sehimgga terkesan sebgai keterpaksaan untuk berbuat yang apabila perbuatan tersebut dilakukan dengan terpaksa bukanlah pencerminan akhlak. Akhlak sendiri bersumber pada agama. Akhlak memilki ruang lingkup tersendiri yuitu meliputi: Akhlak pripadi, Akhlak berkeluarga, Akhlak bermasyarakat, Akhlak bernegara, dan Akhlak beragama. Dalam islam sendiri akhlak merupakan suatu yang sangat di junjung tinggi, Dari pengertian-pengertian diatas akhlak dapat di kaji dalam berbgai hal, seperti perkembangan akhlak di masa moderenisasi ini atau era globalisasi yang sudah maju dan akan semakin maju lagi akan tetapi kajian yang akan dipakai yaitu kajian dalam pandangan islam yang berdasarkan syariat tentunya. Yang dimann seorang muslim harus bias memperthankan dan memperkokoh akhlak nya di era globalisasi ini

A.    AKHLAK MENURUT PANDANGAN ISLAM
          Seperti telah diketahui, agama Islam mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya ,hubungan manusia dengan dirinya , serta hubungan manusia dengan sesamanya. Hubungan manusia dengan Penciptanya tercakup dalam masalah akidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya diatur dengan hukum akhlak, makanan dan minuman, serta pakaian. Selain itu, hubungan manusia dengan sesamanya, diatur dengan hukum muamalah dan ‘uqubat ( sanksi ). Islam telah memecahkan persoalan hidup manusia secara menyeluruh dengan menitikberatkan perhatiannya kepada umat manusia secara integral, tidak terbagi-bagi. Dengan demikian, kita melihat Islam menyelesaikan persoalan manusia dengan metode yang sama, yaitu membangun semua solusi persoalan tersebut di atas dasar akidah, yaitu asas rohani tentang kesadaran manusia akan hubungannya dengan Allah, kemudian dijadikan asas peradaban Islam, asas syariat Islam, dan asas negara.

            Syariat Islam telah menopang sistem kehidupan dan memerinci aturannya. Ada peraturan ibadah, muamalah, dan ‘uqubat. Syariat Islam tidak mengkhususkan akhlak sebagai pembahasan yang berdiri sendiri, namun Islam telah mengatur hukum-hukum akhlak dengan anggapan bahwa akhlak adalah bagian dari perintah dan larangan Allah Swt. tanpa melihat lagi apakah akhlak harus diberi perhatian khusus, melebihi hukum dan ajaran Islam yang lain. Bahkan, pembahasan akhlak tidak begitu banyak sehingga tidak dibuat bab tersendiri dalam fiqih. Para fuqaha (ulama fiqih) dan mujtahid tidak menitikberatkan pembahasan dan penggalian hukum dalam masalah akhlak.Dalam ktab-kitab fiqih yang meliputi hukum syara’ tidak ditemukan bab khusus tentang akhlak. Mengapa demikian?.

            Hal ini disebabkan akhlak tidak berpengaruh langsung terhadap tegaknya suatu masyarakat. Masyarakat tegak dengan peraturan-peraturan hidup, serta dipengaruhi oleh perasaan dan pemikiran yang merupakan kebiasaan umum, hasil dari pemahaman hidup yang dapat menggerakkan masyarakat. Karena itu, yang menggerakkan masyarakat bukanlah akhlak, melainkan peraturan-peraturan yang diterapkan di tengah masyarakat, pemikiran-pemikiran, dan perasaan-perasaan yang ada pada masyarakat. Akhlak sendiri adalah buah dari pemikiran, perasaan, dan penerapan aturan.

            Ketika akhlak tidak mampu menegakkan dan menggerakkan masyarakat, bolehkah kita mendakwahkan akhlak di tengah-tengah masyarakat?Tanpa ragu lagi kita mengatakan bahwa berdakwah kepada akhlak adalah tidak boleh. Hal ini karena akhlak merupakan hasil dari pelaksanaan perintah dan larangan Allah Swt. yang dapat dibentuk dengan cara mengajak masyarakat kepada akidah dan melaksanakan Islam secara sempurna.
         
         Di samping itu, mengajak masyarakat pada akhlak semata, dapat memutarbalikkan persepsi Islam tentang kehidupan dan dapat menjauhkan manusia dari pemahaman yang benar tentang hakikat masyarakat dan pembentukannya. Bahkan, dapat membuat manusia salah menduga bahwa keutamaan dan kelebihan individu dapat membangun umat dan masyarakat, selain mengakibatkan kelalaian dalam melangkah menuju kemajuan hidup.
             
  


B.     PERKEMBANGAN AKHLAK DARI WAKTU KE WAKTU
                 Dikutip dari seorang  Rafi’i dalam karyanya Wahyu al-Qalam, mengungkapkan, “Seandainya aku diminta untuk menyederhanakan filsafat islam dalam dua kata, maka aku katakan ‘kemantapan akhlak.’ Seandainya aku ditanya tentang filsafat dunia tersebar yang bias menjadi terapi kemanusiaan, maka semua itu hanya aku jelaskan dari dua kata, tidak lebih, yaitu ‘kemantapan akhlak.’  Berangkat dari kata-kata tersebutlah harusnya kita dapat lebih dalam mengenal tentang akhlak itu karena sudah saatnya bagi kita untuk menghiasi diri dan kehidupan kita dengan akhlak dan menumbuhkembangkannya dengan segala kemampuan yang kita miliki, mengingat pada era sekarang sangatlah sulit untuk menemukan kebenaran akhlak itu sendiri.
                Dalam perkembangannya akhlak melewati beberapa peradaban yang terus berkembang dari waktu ke waktu, maka sanagat lah mungkin kemurnian akhlak dapat tercemari oleh perkembangan zaman tersebut, karena semakin maju suatu zaman kearah yang lebih moderen selain menimbulkan dampak positif bagi kehidupan manusia juga berakibat negatif seperti pada akhlak manusia itu sendiri yang semakin terlupakan, seperti pada era sekarang ini manusia lebih mementingkan kehidupan duniawi sehingga semakin jauh dengan tuhan, hal tersebut merupakan salah satu contoh yang paling parah yang timbul dari rusaknya akhlak manusia.
            Seharusnya kita dapat menengok kebelakang yaitu merenungkan sejarah dari awal adanya manusia diciptakan Allah SWT dari mulai di turunkan nya Nabi Adam a.s sampai ke anak cucunya yang mengalami perkembanan zaman yang mengalmi kemajuan dan kemunduran serta masa dimana jalan yang lurus di hayati dan kemudian di tinggalkan sampai akhir nya Allah menurunkan para utusannya ke muka bumi untuk kembali meluruskan jalan tersebut.

C.    PERGESERAN AKHLAK DI ERA GLOBALISASI
              Globalisai, yang berarti suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dari pengertian tersebut dapat  kita lihat bahawa globalisasi dalam proses nya tentu akan mempengaruhi atau meninggalkan bekas yang mengrah pada sesuatu hal yang yang negative sebagi contoh masuknya budaya-budaya barat ke negara-negara yang  yang mayoritas penduduknya masih menganut adat sopan santun atau masih menjunjung tinggi nilai akhlak dalam bermasyarakat, sebagai contoh negara Indonesia , dahulu masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku seperti etika,kesopanan, bahkan akhlak, akan tetapi setelah dunia mengalami era kemajuan Indonesia tentunya ikut terpengaruhi, bukan hanya dalam hal positif akan tetapi  lebih banyak kepada hal yang negatif.
                Gejal negatif dari globalisasi anatara lain menyang kut tentang  “kebebasan” , karena dalam globalisasi terdapat program-progam mendunia yang tentu bersifat bebas , bebas disini lebih kepada hal yang negatif seperti sex bebas yang telah menjamur di Indonesia, atau perdagangan bebas denagan barang yang diperjual belikan yang tidak lazim seperti perdagangan manusia atau  bahkan perdagangan obat-obatan terlarang . Dari perilaku-perilaku tersebut bukan tidak mungkin mausia akan meninggalka akhlak mereka sendiri karena lebih mementingkan keduniawiaan , serta melupakan tuhan serta agama nya. Akhlak seseorang akan mudah tergoyahkan ole hal-hal tersebut jika manusia itu sendiri tidak memiliki iman yang kuat serta pendidikan akhlak yang baik.
PENUTUP/KESIMPULAN
           Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa semakin berkembang nya suatu peradaban kea rah yang lebih maju seperti pada era globalisasi sekarang akhlak seseorang sangat lah mudah untuk tergoyahkan oleh hal-hal yang di bawa dari era globalisasi tersebut yang tentunya membawa kepada kesesatan. Dalam pandanagan islam ketika seorang muslim menyambut seruan Allah untuk berkat jujur, maka dia akan jujur dan apabila Allah memerintahkannya untuk amanah, dia akan amah. Begitu pula jika Allah melarangnya untuk curang dan berbuat dengki, maka dia akan menjauhinya, dengan demikian dapat disimpulkan, akhlak dapat dibentuk dengan satu cara yaitu dengan memnuhi perintah Allah SWT. Firman Allah yang menyatakan untuk agar manusia dapat menciptakan akhlak pada diri nya ada pada Qur’an Al-Ankabut:45 yang artinya “Shalat menjauhkan kita dari perbbuatan keji dan mungkar” dimana disitu Allah menyuruh kepada kitasemua untuk melaksanakan shalat karena dengan kita melaksanakan shalat maka kita akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar yang tentunya akan merusak akhlak kita dan sebaliknya jika kita menjauhinya dengan melaksakan shalat maka kita akan mendapatka akhlak yang mulia. Hal ini tentunya dapat kita terapkan pada kehidupan era globalisasi sekarang dimana kita dalam menghadapi era tersebut harus tetap melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT seperti menjalankan shalat lima waktu, salig tolong menolong , dan menjalankan ibadah-ibadah lainnya yang dimana dengan ibadah tersebut dapat mempertebal dan memperkokoh akhlak yang kita miliki. Hal lainnya yang dapat kita lakukan untuk mempertahnkan akhlak di era globalisasi ini yaitu dengan kita mencontoh akhlak nabi Muhammad saw yang telah membawa cahaya kebenaran untuk kita teladani yang dimana semulia-mulianya akhlak adalah akhlak Rasulullah saw.
DAFTAR PUSTAKA:

Miskawaih IBN,Menuju Kesempurnaan Akhlaq,Mizan,1994.
Mudhofir Ali,Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat, Liberty, Yogyakarta,1988
Baqir Shadr Muhammad, Falsafatuna,Bandung,Mizan,1995.
Yakub Abdurahman, Pesona Akhlak Rasulullah, Miza pustaka, 2000
Rosyid Anwar, Hakim Arif ,Akhlak Tasawuf: Manusia , Etika dan makna hidup , Genexa Exact, 2005
Nata Abudin , Akhlak tasawuf ,Rajawali Pers ,2010.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar